Home

Festival Melupakan Mantan diadakan setiap tanggal 13 Februari di Yogyakarta oleh Kelompok M.K.A.J (Manggala Karya Ambuka Jagad). Konsep dasar acara ini mengadopsi konsep budaya larung. Masyarakat Jawa mengenal budaya Larungan yakni membuang energi negatif yang disimbolkan dalam benda-benda dengan maksud menumbuhkan energi positif. Simbol masa kini yang diangkat adalah dengan membawa donasi berupa barang-barang peninggalan sang mantan.

Festival Melupakan Mantan (FMM) selalu mengangkat tema yang berasal dari sengkalan tahun Saka Jawa (berdasarkan tahun pada saat diadakannya acara, sekaligus sebagai penanda tahun diadakannya acara ini). Pada tahun 2015 (1948 Saka Jawa) mengangkat tema “Manggala Karya Ambuka Jagad”, yang sekaligus mengawali diadakannya acara ini untuk pertama kalinya. Yang di tahun-tahun berikutnya dilanjutkan dengan “Manjing Catur Puspaning Kalbu” (1949 Saka Jawa/2016 Masehi), “Kesah..Nata Gatra Panguripan” (1950 Saka Jawa/2016 Masehi) dan pada tahun 2018 mengangkat “Urip Sing Sangsaya Ngrasuk Budi”. Penyelenggaraan tahun 2018 yang merupakan tahun keempat Festival Melupakan Mantan akan menutup siklus perjalanan dalam 4 tahun dan 4 tema besar ini.

LEBIH DEWASA DI FESTIVAL MELUPAKAN MANTAN

Perjalanan cinta pasangan muda-mudi tidak selalu bahagia, ada kalanya juga dinamika ini memisahkan pasangan yang terlibat dalam kisah cinta. Untuk banyak orang, peristiwa ini tidak jarang menjadi kisah sedih yang harus dilalui sebagai bagian dari proses mendewasakan diri. Pengalaman proses hidup, moment, dan eksotisme perjalanan cinta ini direspon oleh kelompok MKAJ melalui lokalitas budaya yang disampaikan melalui petunjukan bertajuk Festival Melupakan Mantan.

Festival Melupakan Mantan  (FMM) hadir secara konsisten setiap tanggal 13 Februari. Pada dasarnya Festival Melupakan Mantan berusaha membangun semangat festival tradisi yang erat kaitannya dengan ungkapan syukur, doa serta dan relasi antar manusia dalam kemasan sebuah festival modern yang selama ini sarat kompetisi dan ekspresi. Hal-hal ini diwujudkan dalam sebuah pertunjukan melalui bentuk sharing, interaksi karya, dll. yang melibatkan baik penampil maupun penonton di dalamnya.

Fase Pertama Festival Melupakan Mantan sudah selesai di tahun 2018 dan jeda hiatusnya FMM di tahun 2019. Perjalanan fase pertama di balik layar perjalanan cinta muda mudi sudah disampaikan melalui 4 tema berturut-turut: membuka dunia, perkenalan, kepergian dan mengikhlaskan. Fase Kedua kali ini Festival Melupakan Mantan membawa tema “MENTAS”. Mentas (baca: mêntas) dimaknai sebagai kemampuan dan kemauan untuk dapat bangkit ataupun berdiri sendiri. Berdiri sendiri bukan berarti bertindak egois, tetapi memiliki sikap mandiri. Sementara mentas (baca: méntas) dapat berarti melakukan sebuah pementasan.

Semoga pesan yang akan kami bawa melalui acara Festival Melupakan Mantan ini kembali dapat menumbuhkan kreatifitas, refleksi serta kesadaran diri untuk bersama sama tumbuh berkembang ke arah yang lebih baik lagi

Salam, Festival Melupakan Mantan 2020