Category Archives

15 Articles

Festival Melupakan Mantan 2019… Hiatus…

by admin 0 Comments

Netizen di Indonesia tentu tidak asing dengan istilah hiatus. Secara sederhana, hiatus dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana sebuah tayangan rutin harus diberhentikan atau ditunda untuk sementara dengan beberapa alasan tertentu.

Pun dengan Festival Melupakan Mantan yang memutuskan untuk hiatus di tahun 2019 ini. Keputusan untuk berhenti sementara ini sebenarnya sudah ada sejak sebelum penyelenggaraan acara FMM tahun 2018 yang lalu, itu juga alasan FMM mengambil tema ‘menutup siklus’ untuk penyelenggaraan tahun keempat yang lalu sekaligus menutup Fase Pertama Festival Melupakan Mantan.

Hiatus nya FMM sendiri bukan berarti tidak ada aktifitas sama sekali. Program FMM secara online akan tetap dapat dinikmati dalam dunia maya baik melalui social media maupun website. Beberapa program spin-off FMM secara online pun akan segera diluncurkan dalam beberapa waktu ke depan yang akan di-update perkembangannya secara berkala. Tetapi, FMM tetap akan undur diri sementara dari penyelenggaraan pertunjukan yang selama ini selalu diadakan di Yogyakarta setiap tanggal 13 Februari… Belum ditentukan berapa lama FMM akan kembali, semoga di tanggal 13 Februari tahun depan FMM dapat hadir dan menyapa kembali melalui pertunjukan seperti sebelumnya dalam siklus baru FESTIVAL MELUPAKAN MANTAN – FASE KEDUA…

Maka di kesempatan ini, Festival Melupakan Mantan menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang banyak membantu, rekan-rekan media, fallentears, MC, pengisi acara, sponsor, dan seluruh pegiat masa lalu yang membuat FMM semakin berarti.

Semoga Festival Melupakan Mantan menjadi media gathering yang baik bagi perjalanan muda-mudi menuju masa depan yang bermanfaat, serta menghimpun banyak kalangan dan relasi sebagai pendukungnya. Sampai jumpa lagi di Fase Kedua FESTIVAL MELUPAKAN MANTAN…

PERJALANAN FESTIVAL MELUPAKAN MANTAN (FASE PERTAMA)

by admin 0 Comments
PERJALANAN FESTIVAL MELUPAKAN MANTAN (FASE PERTAMA)

Festival Melupakan Mantan telah diselenggarakan dalam 4 kali pertunjukan yang ditandai dengan Candra Sengkala untuk masing-masing tahun penyelenggaranya.

FESTIVAL MELUPAKAN MANTAN 2015 – Manggala Karya Ambuka Jagad (1948 Ehe)
Festival Melupakan Mantan diselenggarakan pertama kali pada hari Jumat, 13 Februari 2015 di Pojok Beteng Wetan, Yogyakarta dengan tema besar ‘membuka dunia baru’. Dimeriahkan oleh Noemi, Hail John, Yuliono Singsoot, Eleven Chambers, Hasnan Fonticello, serta pantomim dari Copet dkk dan dipandu oleh 3 pemandu acara yaitu Alit Jabang Bayi, Gundhissos, dan Tyastara.

FESTIVAL MELUPAKAN MANTAN 2016 – Manjing Catur Puspaning Kalbu (1949 Jimawal)
FMM tahun kedua diselenggarakan di Pendopo Taman Siswa Yogyakarta pada tanggal 13 Februari 2016. Festival Melupakan Mantan bagian kedua membawa tema mengenai ‘perbincangan’, dengan mengundang seorang Sabrang Mawa Damar Panuluh (Noe Letto) bersama 5 pemandu acara: Angrian Hida, Diwa Hutomo, Gigih Adiguna, Tyastara, dan Yusril Fahriza. Di tahun kedua ini juga untuk pertama kalinya FMM melibatkan Fallentears (baca: volunteer) selama persiapan acara. Turut memeriahkan juga para pengisi acara seperti Babas & Tika, Sevanie & band, dan Yuliono Singsoot serta Maharani Khan Jade & Djenar Kidjing.

FESTIVAL MELUPAKAN MANTAN 2017 – Kesah… Nata Gatra Panguripan (1950 Je)
Festival Melupakan Mantan tahun ketiga membawa konsep dasar galeri pameran dengan tema ‘kepergian’. Tahun ketiga penyelenggaraan FMM dilaksanakan selama 3 hari dan 3 lokasi acara. Lokasi penyelenggaraan utama di Kedaulatan Rakyat Yogyakarta pada 11-13 Februari. Kepingan lain dari FMM dilaksanakan di Jogja City Mall pada 12 Februari dan Selebrasi Penutupan FMM pada 14 Februari di Jogja Expo Center. Festival Melupakan Mantan 2017 dimeriahkan oleh Silangkata, Keira, Teater Selasar, Scenario, Letteria, Dunia Nudia, Robbrs, Dinno Alshan, HaSoe SE, dll serta ditutup oleh selebrasi Maharani Khan Jade dan Dea TR. FMM ketiga dipandu oleh Gigih Adiguna, Yusril Fahriza, Angrian Hida, Diwa, Tyastara, Aat, Moyo, Donni Salah Paham dan Ofix Okefix.

FESTIVAL MELUPAKAN MANTAN 2018 – Urip sing Tansaya Ngrasuk Budi (1951 Dal)
FMM tahun keempat dilaksanakan dalam 2 kali penyelenggaraan sebagai ‘penutup siklus’. Penyelenggaraan tahun keempat diselenggarakan di Kedaulatan Rakyat pada 13 Februari 2018 dan di Lapangan Parkir Stadion Mandala Krida pada 21 Februari 2018. Festival Melupakan Mantan tahun keempat ini juga menandai berakhirnya Fase Pertama FESTIVAL MELUPAKAN MANTAN sejak tahun 2015. Fase Pertama ini sendiri meliputi 4 tema besar yaitu membuka dunia, perbincangan, kepergian dan diakhiri dengan kembali pada diri sendiri.

Line-up Festival Melupakan Mantan, 13 Februari 2018

by admin 0 Comments

Dear pegiat masa lalu..
Festival Melupakan Mantan “Menutup Siklus”…
Kembali hadir menemani perayaan valentine kalian dgn cara yg berbeda!!
.
🗓 : 13 FEBRUARI 2018
⏰ : 18.30 sampai kamu tahu gimana rasanya kehilangan😢
📍: Halaman Kantor Kedaulatan Rakyat
Jl. Margo Utomo, Yogyakarta
.
Rindu Bersama :
Candra & Kancakustik
Dunianudia
Ngopinyastro
Dea Dance
Yuliono Singsoot
Egha Latoya
Wira Nagara
.
Dan Trio MC :
Donni Salahpaham
Ofix Okefix
Tyastara
.
NB : Jangan lupa membawa barang peninggalan mantan sebagai donasi.
.
Mari datang dan rayakan bersama!!!
.
More info :
IG : @festivalmelupakanmantan
Web : Festivalmelupakanmantan.com
Phone : 0815-788-57058

#festivalmelupakanmantan
#4tahunFMM
#TerimakasihMantan
#FMM2018
#MenutupSiklus

Festival Melupakan Mantan Terakhir..??

by admin 0 Comments
Festival Melupakan Mantan Terakhir..??

Festival Melupakan Mantan 2018 akan diselenggarakan di halaman Kantor Kedaulatan Rakyat pada tanggal 13 Februari 2018. Selama 4 tahun sejak 2015, Festival Melupakan Mantan menjadi wadah berkumpul bersinergi satu dengan yang lain menjelang valentine. Tapi benarkah tahun ini menjadi tahun terakhir penyelenggaraan Festival Melupakan Mantan?

Festival Melupakan Mantan mengumumkan tagline tegas di bawah logo iconik yang selama ini dipergunakan dengan kata-kata menutup siklus. Panitia Festival Melupakan Mantan (FMM) memiliki pandangan tersendiri mengenai hal ini.
FMM akan memasuki tahun keempat dalam perjalanan temanya, yang pertama adalah tentang membuka dunia, yang kedua tentang membuka perbincangan dengan sekitar, yang ketiga tahun lalu tentang kesah atau kepergian. Tahun ini akan merangkum kisah selama tiga tahun kebelakang untuk dikembalikan kepada pribadi masing-masing sebagai pengalaman dan proses pendewasaan diri...” Jelas Seto Prayogi selaku penanggung jawab acara.
makanya kami merangkumnya, masih dengan kalimat URIP SING SANGSAYA NGRASUK BUDI ini penanda menggunakan Candra Sengkala seperti tahun-tahun sebelumnya yang juga menandakan bahwa FMM telah utuh dengan 4 tema berkesinambungan yang berjalan ini” tambahnya.

 

BERINTERAKSI DENGAN LINGKUNGAN

Panitia FMM merespon tema ini dengan lebih lugas. Melibatkan Fallentears (sebutan bagi teman-teman volunteer dalam FMM), panitia membuat agenda persiapan acara dengan lebih banyak konten interaksi.

Kami mengajak masyarakat untuk ikut sharing, berbagi cerita, motivasi, pesan dalam bentuk tulisan, video, gambar, dll sejak sebelum hari H (13 Februari-red), yang kami kumpulkan semuanya. Kami juga ingin terlibat dalam kegiatan seperti bersih-bersih kota (rencananya di tanggal 13 Februari pagi, bertepatan dengan Selasa Wage di Malioboro), juga ingin merespon interaksi dengan teman-teman angkringan yang tentu sangat khas dengan Jogja..” terang Yulita Purnama Sari yang tahun ini didaulat menjadi Koordinator Panitia FMM.

Ada bocoran dari panitia bahwa tahun ini FMM akan menyelenggarakan konser penutupan FMM di tanggal yang berbeda setelah tanggal 13 Februari. Apakah hanya untuk menutup siklus 4 tahun FMM, atau benar-benar menutup FMM selamanya, panitia masih merahasiakannya. “Buat Surprise…” katanya.

Festival Melupakan Mantan 2018 Released

by admin 0 Comments
Festival Melupakan Mantan 2018 Released

 

Sekilas selayang pandang. Bagai pohon yang rapuh apabila segala kekuatan tidak tertopang oleh akar, sehingga manakala sebuah kesegaran dalam rupa akan terasa dalam kalbu yang memberikan kesejukan. Selaras dengan bagaimana dengan kata pembuka dan penutup. Di tahun ini Kelompok M.K.A.J (Manggala Karya Ambuka Jagad) kembali menghadirkan Festival Melupakan Mantan 2018 (FMM2018) dengan sesuatu yang lebih baru dan tentunya sangat berbeda dengan sebelumnya. Pada Festival Melupakan Mantan 2018 kali ini menjadi konsep yang baru karena pada pelaksanaan tahun ini akan menjadi siklus penutup 4 tahunan selama berjalannya Festival Melupakan Mantan pada tahun-tahun sebelumnya.

Festival Melupakan Mantan 2018 akan diselenggarakan di halaman Kantor Kedaulatan Rakyat. Tentu saja pada tahun ini muda-mudi di Yogyakarta dapat menjadikan Festival Melupakan Mantan sebagai wadah berkumpul bersinergi satu dengan yang lain. Dengan konsep yang berbeda dengan tahun sebelumnya, pada tahun ini Festival Melupakan Mantan lebih pada merangkum perjalanannya selama 4 tahun. Tentunya pembelajaran yang sangat panjang yang telah dilakukan, dengan harapan pada tahun ini akan menjadikan suatu refleksi pada eksistensi perjalanan FMM pada tahun-tahun sebelumnya.

“URIP SING SANGSAYA NGRASUK BUDI”

“Urip Sing Sangsaya Ngrasuk Budi itu dalam artian yang paling sederhana yaitu hidup yang semakin merasuk pada amal dan kebaikan..” ujar Seto Prayogi selaku penanggungjawab umum Festival Melupakan Mantan. “ya kalau diejawantahkan selama perjalanan Festival Melupakan Mantan, kita sudah mengalami membuka hidup di FMM pertama, lalu berbagi cerita di FMM kedua serta kepergian/kesah di tahun ketiga, sehingga tahun keempat ini memaknai seluruh perjalanan itu sebagai pengalaman dan pendewasaan diri untuk hidup seutuhnya, untuk selanjutnya bisa mengamalkan nilai-nilai itu dong..” tambahnya.

FESTIVAL MELUPAKAN MANTAN MENUTUP SIKLUS

Dengan harapan siklus 4 tahunan ini dimaksudkan agar dapat memberi makna nilai dan konslusi yang baik atas pengalaman hidup yang telah dilalui. Dengan harapan Festival Melupakan Mantan 2018 kali ini dapat menutup siklus Festival Melupakan Mantan dengan baik dan tentu saja memberikan makna yang monumental. Serta dapat menjadi media gathering yang sangat baik bagi perjalanan muda-mudi menuju masa depan yang bermanfaat. Selayaknya menghimpun banyak kalangan serta relasi yang tentunya sebagai pendukung.

Semoga penyelenggaraan penutup siklus 4 tahunan Festival Melupakan Mantan 2018 ini selain merangkum seluruh perjalanan Festival Melupakan Mantan pada tahun-tahun sebelumnya, juga dapat memberikan pesan, kesan serta pembelajaran yang baik bagi seluruh lini masyarakat penikmatnya khususnya bagi para muda-mudi pegiat masa lalu… (hamiid)

Forum Demokrasi Digital Melindungi Privasi Mantan, Festival Melupakan Mantan Bikin Langkah Kreatif

by admin 0 Comments

Festival Melupakan Mantan (FMM) yang akan berlangsung di Jogja pada Februari ini talah mendapat surat himbauan dari Forum Demokrasi Digital (FDD) terkait pameran para foto para mantan dalam galeri kenangan yang berpotensi melanggar UU ITE tentang privasi di internet.

Menurut Seto Prayogi selaku organiser FMM, pameran tersebut berlangsung di galeri dan bukan di internet, sehingga berada di luar jangkauan teknologi digital dan UU ITE. Jika ada yang mengunggah foto mantan di internet, hal itu berkaitan dengan pelakunya dan berada di luar tanggung jawab pihak FMM. “Kami sama sekali tak memiliki niat untuk itu,” ujar Seto.

Namun, pihak FMM menanggapi himbauan pihak FDD secara serius. “Melihat situasi dan kondisi yang berkembang serta melalui diskusi dengan berbagai pihak, kami panitia Festival Melupakan Mantan sepakat untuk MENGGANTI konten tersebut. Dalam Acara Festival Melupakan Mantan nanti, kami tidak akan menggunakan gimmick membawa dan menempelkan foto manta,” ujar Seto.

Sebagai gantinya, FMM melakukan langkah kreatif yang tak kalah seru. “Konten ini akan kami gantikan dengan mengajak audience untuk membuat abstraksi dan coretan karya tangan mereka yang menceritakan tentang kenangan dan nilai yang didapatkan dari mantan dan masa lalu.  Coretan karya tangan audience ini nantinya yang akan dipajang dalam galery terbuka dan menjadi karya bersama para pegiat masa lalu (sebutan kami untuk para audience FMM),” lanjut Seto.

 

*sumber : http://syahrazade.com/forum-demokrasi-digital-melindungi-privasi-mantan-festival-melupakan-mantan-bikin-langkah-kreatif/

 

Festival Melupakan Mantan, Agenda Istimewa di Tahun Baper

by admin 0 Comments
Pacar itu fana, mantan itu abadi. Nah, pada bulan ini di Jogja akan diselenggarakan Festival Melupakan Mantan (FMM 2017) yang berlangsung 11-13 Februari. Acara ini diselenggarakan khususnya bagi kalian yang belum bisa melupakan mantan, atau bagi mantan yang belum bisa menerima statusnya sebagai mantan tapi ingin berusaha menerima, memaafkan dan melupakannya.

Sebab cinta yang fana itu kadang memang mewariskan kesan manis, namun tak sedikit yang menimbulkan luka mendalam hingga sulit dihapus selama bertahun-tahun. Perlu waktu dan usaha untuk bisa menerima dan memaafkan; tak hanya pada mantan, tapi juga pada diri sendiri.

Menurut inisiator festival Seto Prayogi, “Penyelenggaraan FMM adalah untuk mengangkat dinamika perjalanan cinta anak muda, di balik layar kisah cinta seperti kegelisahan, gundah-gulanaan, kesedihan, dan kepergian (seperti yang kami angkat dalam tema tahun ini),” ujarnya.

Bagi warga Jogja, kegiatan yang bermanfaat bagi generasi anak muda akan mendapat sambutan baik dan layak untuk didukung, terlebih di tengah situasi nasional yang kurang kondusif. “Kegiatan semacam itu menghibur dan bermafaat Mas, apalagi suasana negeri sedang kelam begini, terutama kalau baca koran. Isinya pertikaian dan politik, masih pada baper sejak Pamilu yang lalu,” kata Armada, warga asal Bantul.

Dalam FMM 2017, penyelenggara mengangkat tema ” Kesah… nata gatra panguripan…” Tema ini, sebagaimana dituturkan oleh Prayogi, “dapat diartikan dalam dua makna, dalam bahasa Jawa, kesah  berarti pergi, sementara dalam Bahasa Indonesia kita mengenal kata kesah yang memiliki arti awal (terlahirnya) perasaan gelisah… Sementara kalimat nata gatra panguripan memiliki arti menata kembali warna baru untuk hidup di masa depan.”

FMM2017 terdapat serangkaian acara yaitu seperti konser akustik, photoboth, body painting, street perform, dan lain-lain. Seto berharap, “Semoga FMM2017 ini bisa menjadi media gathering yang baik bagi perjalanan muda-mudi menuju masa depan yang semakin bermanfaat.”

 

*sumber : http://syahrazade.com/festival-melupakan-mantan-agenda-istimewa-di-tahun-baper/