Category Archives

7 Articles

Festival Melupakan Mantan Terakhir..??

by admin 0 Comments
Festival Melupakan Mantan Terakhir..??

Festival Melupakan Mantan 2018 akan diselenggarakan di halaman Kantor Kedaulatan Rakyat pada tanggal 13 Februari 2018. Selama 4 tahun sejak 2015, Festival Melupakan Mantan menjadi wadah berkumpul bersinergi satu dengan yang lain menjelang valentine. Tapi benarkah tahun ini menjadi tahun terakhir penyelenggaraan Festival Melupakan Mantan?

Festival Melupakan Mantan mengumumkan tagline tegas di bawah logo iconik yang selama ini dipergunakan dengan kata-kata menutup siklus. Panitia Festival Melupakan Mantan (FMM) memiliki pandangan tersendiri mengenai hal ini.
FMM akan memasuki tahun keempat dalam perjalanan temanya, yang pertama adalah tentang membuka dunia, yang kedua tentang membuka perbincangan dengan sekitar, yang ketiga tahun lalu tentang kesah atau kepergian. Tahun ini akan merangkum kisah selama tiga tahun kebelakang untuk dikembalikan kepada pribadi masing-masing sebagai pengalaman dan proses pendewasaan diri...” Jelas Seto Prayogi selaku penanggung jawab acara.
makanya kami merangkumnya, masih dengan kalimat URIP SING SANGSAYA NGRASUK BUDI ini penanda menggunakan Candra Sengkala seperti tahun-tahun sebelumnya yang juga menandakan bahwa FMM telah utuh dengan 4 tema berkesinambungan yang berjalan ini” tambahnya.

 

BERINTERAKSI DENGAN LINGKUNGAN

Panitia FMM merespon tema ini dengan lebih lugas. Melibatkan Fallentears (sebutan bagi teman-teman volunteer dalam FMM), panitia membuat agenda persiapan acara dengan lebih banyak konten interaksi.

Kami mengajak masyarakat untuk ikut sharing, berbagi cerita, motivasi, pesan dalam bentuk tulisan, video, gambar, dll sejak sebelum hari H (13 Februari-red), yang kami kumpulkan semuanya. Kami juga ingin terlibat dalam kegiatan seperti bersih-bersih kota (rencananya di tanggal 13 Februari pagi, bertepatan dengan Selasa Wage di Malioboro), juga ingin merespon interaksi dengan teman-teman angkringan yang tentu sangat khas dengan Jogja..” terang Yulita Purnama Sari yang tahun ini didaulat menjadi Koordinator Panitia FMM.

Ada bocoran dari panitia bahwa tahun ini FMM akan menyelenggarakan konser penutupan FMM di tanggal yang berbeda setelah tanggal 13 Februari. Apakah hanya untuk menutup siklus 4 tahun FMM, atau benar-benar menutup FMM selamanya, panitia masih merahasiakannya. “Buat Surprise…” katanya.

Valentine ala Yogya: Pesta Melupakan Mantan

by admin 0 Comments

TEMPO.CO,Yogyakarta – Menyambut Valentine, sekelompok pegiat seni budaya di Yogyakarta menggelar acara unik. Acara yang sengaja dibuat untuk merespons tradisi perayaaan Valentine itu diberi judul Festival Melupakan Mantan, dan akan digelar di Pojok Beteng Wetan, Yogyakarta, Jumat, 13 Februari 2015.

Uniknya, pengunjung diminta membawa barang-barang milik “bekas pacar” untuk dikumpulkan pada saat festival. Rencananya barang-barang itu akan disumbangkan pada orang-orang yang membutuhkan.

Koordinator acara Seto Prayogi mengatakan donasi benda itu terinspirasi oleh tradisi larungan yang berkembang dalam budaya masyarakat Jawa. Tradisi itu sejatinya membawa pelajaran membuang energi negatif untuk bersiap menerima energi baru yang positif.

“Energi inilah yang nanti ke depan diharap bisa mendorong seseorang menjadi lebih baik,” katanya, Kamis, 12 Februari 2015. Menurut dia, untuk menjalani hidup yang lebih baik, seseorang harus optimis menatap masa depan. Sementara kenangan pada mantan, bisa menjadi energi negatif yang menghalanginya.

Panitia telah mempersiapkan sejumlah penampilan seni untuk memeriahkan festival. Di antaranya pertunjukan pantomim, musik akustik, danhappening art. Sejumlah nama penampil juga telah tercatat dalam agenda panitia. Mereka adalah Yuliono Songsot, Copet Mime, Eleven Chamber, Hasnan Fonticello, dan Naomi-Hall Jhon. Acara akan dipandu pembawa acara kocak khas Yogya, Alit-Alit Jabang Bayi, Gundhissos, dan Pripita Tyas.

Penggagas festival Eko Nuryono mengatakan kata “mantan” bisa memunculkan tafsir beragam. Festival ini, ia melanjutkan, sebenarnya ingin mengajak masyarakat untuk merenungkan kembali persoalan yang membebani untuk berkembang lebih maju.

Menurut dia, sebagai kota budaya yang terus berkembang, Yogyakarta butuh generasi muda dengan energi kreatif dan mencintai budayanya sendiri. “Bukan malah ikut-ikutan tema Valentine yang tak jelas itu,” katanya.

*sumber: https://m.tempo.co/read/news/2015/02/12/205641990/valentine-ala-yogya-pesta-melupakan-mantan

Valentine, Ada Festival Melupakan Mantan dan Jambore Jomblo

by admin 0 Comments

TEMPO.CO, Jakarta – Meski di beberapa kota dilarang, perayaan Hari Valentine tetap digelar di beberapa tempat. Perayaan Valentine kali ini lebih banyak ditujukan kepada mereka yang masih sendiri atau jomblo. Seperti acara yang diadakan di Yogyakarta dengan tajuk Festival Melupakan Mantan, pada Sabtu 13 Februari 2016 lalu. Festival itu digelar di Pendopo Agung Taman Siswa.

Berdasarkan informasi dari akun twitter @JogjaUpdate, acara di malam Valentine itu  mulai sekitar pukul 19.30 WIB, dengan catatan pengunjung acara mendonasikan barang mantan.

“Siapa aja yang pernah ngasi barang2 ini ke mantannya? kini telah didonasikan ke #festivalmelupakanmantan :),” ujar cuitan @JogjaUpdate dalam salah satu postingan foto yang menampilkan deretan barang-barang, seperti boneka, jaket, dan sepatu.

Sementara itu pada waktu yang bersamaan, kota Bandung mengadakan Jambore Jomblo Nasional 2016 yang diusung oleh Rumah Musik Harry Roesli. “Welcoming YOU!! #jamborejomblonasional #rmhr,” cuit akun twitter @cheszalive yang memposting foto seorang wanita sedang berdiri di samping frame lukisan bertuliskan “Selamat Datang di Panti Jomblo”.

Rencananya, dalam perayaan hari kasih sayang pada Ahad, 14 Februari 2016, Yogyakarta akan mengadakan Festival Jomblo. Menurut akun @Informasi123, acara tersebut akan dimulai pukul 20.00 WIB.

“Temukan jodohmu HARI INI!! di #festivaljomblo @kopigeek12 Jl Seturan Raya, Jogja. Jangan keduluan yang lain!!” ucapnya dalam caption postingan foto hari ini.

Festival Jomblo juga rencananya akan diadakan di Gorontalo hari ini. Berdasarkan postingan foto yang diunggah akun twitter @GorontaloUNITE, tim panitia sudah melakukan persiapan di Taman Kota Gorontalo, sehari sebelum acara.

*sumber: https://m.tempo.co/read/news/2016/02/14/205744723/valentine-ada-festival-melupakan-mantan-dan-jambore-jomblo

Pada Hari Valentine, Ada Festival Melupakan Mantan di Yogyakarta

by admin 0 Comments

KOMPAS.com — Biasanya, hari Valentine yang jatuh setiap 14 Februari menjadi hari yang dinanti para pasangan kekasih untuk mengungkapkan kasih sayang di antara mereka.

Namun, sejumlah anak muda Yogyakarta yang tergabung dalam kelompok Manggala Karya Ambuka Jagad (MKAJ) memiliki ide yang “bertentangan” dengan peringatan hari kasih sayang itu pada umumnya.

Pada Minggu (14/2/2016), para pemuda MKAJ malah mendedikasikan sebuah kegiatan bagi mereka yang dilanda putus cinta dengan menggelar “Festival Melupakan Mantan”.

Dalam ajang yang digelar di Pendopo Agung Taman SiswaYogyakarta ini diisi berbagai kegiatan unik.

Salah satunya, setiap pengunjung yang datang diminta untuk mendonasikan barang-barang pemberian mantan kekasih mereka.

“Ini acara yang kedua. Tahun ini akan lebih rapi dan seru,” kata Seto Prayogi, Ketua Panitia Festival Melupakan Mantan, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (12/2/2016).

Seto menuturkan, tema festival tahun ini adalah “Manjing Catur Puspaning Kalbu”. Tema ini berasal dari sengkalan tahun Saka Jawa.

“Tahun 1949 Saka atau tahun 2016. Ini sesuai dengan tahun pelaksanaan Festival Melupakan Mantan,” tegasnya.

Arti Manjing Catur adalah memulai obrolan baru, sedangkan Puspaning Kalbu artinya niat hati yang baik. Jadi, jika dirangkum, artinya memulai percakapan yang berasal dari ungkapan hati.

“Tema tersebut akan diaplikasikan dalam festival ini, bentuknya saling sharing, refleksi masa lalu,” tandasnya.

Konsep Festival Melupakan Mantan ini tetap sama, yakni mengadopsi konsep tradisi larung. Dalam adat Jawa, melarung adalah simbol membuang semua hal negatif pada masa lalu agar ke depan menjadi yang lebih baik.

“Biasanya kan memotong rambut, kuku, lalu dilarung. Di acara ini, besok setiap yang datang akan menulis di kertas tentang masa lalu dan harapan ke depan, lalu kita bakar dan dilarung,” ujarnya.

Selain melarung, imbuhnya, juga akan ada acara donasi barang-barang pemberian mantan. Barang-barang yang didonasikan ini nantinya akan disortir lalu disumbangkan untuk yang membutuhkan.

“Barang pemberian mantan yang mungkin disimpan karena tidak ingin membuka masa lalu yang menyakitkan akan menjadi positif ketika didonasikan. Berbagi kasih dengan sesama yang membutuhkan,” katanya.

Diakuinya, festival ini merupakan salah satu kegiatan untuk mencintai kebudayaan. Hanya saja, dikemas dengan ringan agar anak-anak muda tertarik.

Acara digelar memang bertepatan dengan hari Valentine yang identik dengan sepasang kekasih yang mengungkapkan kasih sayangnya. Namun, sebenarnya pesan kasih sayang itu luas dan untuk semua orang, bukan hanya untuk sepasang kekasih.

“Tujuanya sama, menebarkan kasih sayang. Lalu merefleksikan,sharing dan berbagi kasih dengan donasi,” pungkasnya.

Penulis : Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
Editor : Ervan Hardoko
*sumber : http://regional.kompas.com/read/2016/02/12/17362581/Di.Hari.Valentine.Ada.Festival.Melupakan.Mantan.di.Yogyakarta

Festival Melupakan Mantan, Ajak Donasikan Barang Pemberian Mantan Kekasih

by admin 0 Comments

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Bagi sebagian besar orang, melupakan mantan kekasih bukanlah perkara mudah. Apalagi, jika hubungan cinta yang dijalani cukup lama dan berkesan.

Anda yang belum bisa move on, ada baiknya datang ke Festival Melupakan Mantan. Acara yang berlangsung di Yogyakarta ini mengajak Anda melupakan mantan dengan cara yang positif.

Mei Diyanto, selaku panitia acara tersebut menjelaskan, peserta yang hadir disarankan membawa barang pemberian mantan. Ada pun barang yang terkumpul dari peserta akan di donasikan dalam acara bakti sosial.

“Barang-barang yang terkumpul nantinya akan kita donasikan dalam acara bakti sosial. Melupakan mantan harus diisi dengan hal-hal positif,” kata Mei kepada Metrotvnews.com di Yogyakarta, Jumat (12/2/2016).

Mei menilai, barang pemberian mantan seringkali menghambat seseorang untuk move on. Dengan merelakan barang pemberian mantan, para peserta diharapkan bisa segera bangkit dari kesedihan.

“Acara ini diselenggarakan satu hari sebelum perayaan Valentine. Lewat acara ini kita ingin memberi pemahaman, bahwa merayakan hari kasih sayang tak harus selalu dengan pacar. Kita juga bisa bahagia dengan saling berbagi,” tambah Mei.

Festival Melupakan Mantan berlangsung di Pendapa Agung Taman Siswa, Jalan Tamansiswa Nomor 25, Kota Yogyakarta. Acara berlangsung Sabtu, 13 Februari, mulai pukul 19.30 WIB.

Ini kali kedua Festival Melupakan Mantan digelar. Tahun lalu, acara ini mendapat respons yang cukup baik dan berhasil mengumpulkan beragam barang pemberian mantan seperti, parfum, jam tangan, jaket, sandal, sepatu, bahkan skripsi.

Bedanya, tahun lalu barang-barang peserta dimusnahkan. Tahun ini barang tersebut akan di donasikan.

“Kami hanya ingin memfasilitasi orang yang susah move on. Harapannya, bisa menggugah dan membangkitkan jiwa sosial,” pungkas Mei.

 

*sumber : http://rona.metrotvnews.com/read/2016/02/12/483314/festival-melupakan-mantan-ajak-donasikan-barang-pemberi